Here some photos that located in Torowamba beach Sape-Bima, West Nusa Tenggara
Sumpah.pantai ini keren bangat!!!Tapi…aje gila gak dikelola dengan baik..,
tanya kenapa???
and the real one is…..foto2 “pantai” ini sendiri
Here some photos that located in Torowamba beach Sape-Bima, West Nusa Tenggara
Sumpah.pantai ini keren bangat!!!Tapi…aje gila gak dikelola dengan baik..,
tanya kenapa???
and the real one is…..foto2 “pantai” ini sendiri
Gila..yeppy. Kata2 ini adalah ungkapan/ istilah untuk menamakan mereka yang mengalami gangguan jiwa..
Tapi kalo orang waras (kali ini baca:gilaaaaaa) bertingkah aneh maka otomatis ungkapan ini “refers” kepada mereka.
But well yeah…gw lagi gila..GILA FOTO
hehe
sang Gila….,
Gila ini telah menusuk aku
memar dadaku tak terganti
dan luka perih kini tak akan pernah sembuh lagi
semua hanya menganga sang hati
entahlah….aku terdiam lagi
diam akan semua
bahkan enggan ku lirik sekumpulan mawar-mawar merekah jingga
aku telah mati
= chaoo=
Tak mampu urai kata
Jemari mati rasa
Otak tak ubah gumpalan daging nista
Semua tak miliki harga
Lelaki bukan lelaki
Mulutnya penuh racun sianida
Hendak di ciumi neraka
Temani sang belulang penebar dusta
Berperang ia merebut tahta
Mulutnya berbisa bak sanca
Sedang urat lelakinya sirna
Sang kelamin terobral di jalanan hina
Berkoar di pojok-pojok sampah
Retorika hendak mencari iba
Sang jawara mengucap khotbah
Sekumpulan angelica berlalu terbang tersenyum hiba
Sang Banci
Mengalir untai maaf dari sendi-sendi jiwa bersulam amarah
Langit buncahkan salju kiranya azab sang kafir
Siapa sang kafir
Anomali manusia
Mata rupa elang jalang
Tak bisakah tersumbat lacur mulut-mulutmu
Atau kau penjilat
Iblis berujud
Dan belulang bukan manusia
Bukan apa-apa
Hingga ku yakini tak layak tersanding melati padma rupa
Ahh….
Kenapa begini
Mengalir nanah pojok-pojok hati
Temali mayang terurai putus penuh hina
Tanyaku pada gemintang kelam
Siapa pendosa
Merpati bermetamorfosa gagak-gagak nista
Cinta berujud murka
(Sisi lain Asrarudin Hamid)
Sayang…
Adakah kau terbangun pagi buta
Kala mentari mencium manja sinar purnama
Dan sekelompok kupu-kupu bercinta
Sayang…
Adakah kau terjaga di malam sunyi
Saat nyanyian anjing terdengar merdu
Bak petikan kecapi perawan Hindustan
Sayang…
Pernahkah kau memikirkanku
Dan hendak mengingat aroma wangi ragaku
Atau senyum simpul kedua sudut bibirku
Bibir yang kau usap manja dengan cinta
Lantas kau cium mesra
Penuh gairah
Pagut-pagut,menindih raga
Sayang…
Aku pernah berjanji di bawah purnama
Akan membawamu ke sudut surga
Hendak ku kenalkan pada Tuhan
Sayang…
Maafkan aku yang telah sakiti ragamu
Buat engkau tak berarti lagi sebagai wanita
Sebagai manusia
Sayang…
Dengan segala hormat
Hendak ku bongkokkan dada kekarku
Bersujud di jemari kakimu
Sayang…
Salahmu cuma satu
Khilafmu adalah kenapa engkau begitu mudah mencintaiku
Lantas kau percaya saja ucap bibirku
Sayang…
Aku terlahir sebagai lelaki
Nafsuku tak mampu kupenjara
Sementara di luar sana wanita-wanita menggoda
Sayang…
Aku cuma menitip sesuatu padamu
Dan hendak ku kembalikan kunci hatimu
Karena aku tak layak membukanya,lantas menengok isinya
Sayang…
Maafkan aku yang tak menghargai cintamu
Karena aku memang pernah tak dihargai oleh cinta
Memang tak berharga
(Sebuah coretan tak berpola: Asrarudin Hamid)
Kini aku ingin merangkai beberapa kata
Inginku aku adalah ahli sastra,ahli bahasa
Tapi aku hanya lelaki belia
Bukan siapa,bukan apa-apa,hanya sekumpulan tulang berotak,bersukma
Maka,dengarkan petuah tak berpola dariku kini….,
Wanita…
Tidakkah kau menyadari kau adalah wanita
Sadarkah kau bahwa kau membawa surga di kakimu
Surga manusia-manusia
Sang wanita
Ketika terlahir kedunia bernama hawa
Bermata indah,lentik memikat
Berjemari lembut tak ubah syal nenek berbahan sutra Samarkand
Sang wanita
Mulai beranjak remaja
Mulai mengenal dunia
Mulai mencium semerbak wangi dan semilir angin bumi
Sedang ayah ibu mereka mulai berembuk manja
Panggil-panggil menghadap
Menyodorkan selembar kain bermotif Turki
Berwarna merah,merah dara,penuh karakter
Sang ibu berkata manja
Kenakan ini,lindungi ragamu dari Iblis
Pakailah ini,jaga hatimu dari murka Ilahi
Sedang sang ayah cuma menitip kata singkat,mungkin kami tak cukup waktu melindungimu
Sang wanita
Ia mulai bercermin diri
Mencak-mencak berdiri mematung depan kaca klasik
Keluaran tahun dua ribu tiga masehi,dibeli ayah di toko milik Tianghoa
Sang wanita
Rupanya ada gejolak baru di dadanya
Nian Iblis telah bermetamorfosa menjadi lipstik-lipstik merah muda
Dan telah berbentuk rok mini berenda tipis berlabel rumah mode Italia
Genderang perang mulai bertabuh kencang
Kebatilan bergumul dengan sekeping Iman yang agak goyang selepas diterpa gempa keraguan
Keraguan batinnya untuk apa lentik bulu matanya,kemilau rambut dan indah lesung pipinya
Jikalau pikirnya harus tertunduk terpaksa berselimut kain-kain hitam,kusam tak modern
Sedang sekelompok manusia adalah rekanan bisnis sang Iblis
Berkamuflase dengan jargon-jargon yang dalam otak mereka sebagai isu-isu manusia abad milenium
Emansipasi wanita kata mereka
Kebebasan tanpa syarat pikirnya
Sang wanita
Kini Imannya telah tergadai
Ia bersorban panjang melilit raga dari pukul enam pagi hingga petang
Selepas itu mulai lenggak-lenggok kaki panjang mereka
Berjalan kiri-kiri,tertawa-tawa penuh gairah,nafsu manusia
Sang wanita
Sorbannya ia lilit ke atas lewati jenjang muka
Hingga mahkotanya tercerabut mayang,angin menyibak kehormatan wanita
Penuh hawa Iblis meraja,tepis-tepis kanan-kanan tak tentu arah
Sang wanita
Berumur dua puluh tahunan turunan saudagar kaya
Blasteran suku-suku penjaga tanah ulayat
Tanah penuh tumpah ruah kemiri dan pepohonan dupa,kayu manis mewangi semesta
Sang wanita
Beranjak dewasa sebrangi lautan samudra
Berharap otaknya terasah keras kuat
Tajam-tajam bak belati jejaka tanah Sape selepas berjalan keliling kampung menjaga manusia jikalau ada Iblis hendak memangsa
Sang Iblis jalang
Binal penuh nista nan dosa
Kubangan dosa hendak ia ajak manusia menuju syurga bumi
Syurga penuh kontradiksi dan aroma jahannam anyir-anyir darah pekat karena ia tak terizin hendak di tengok sebelum kitab tercium manja sekumpulan manusia beda rupa
Amboi,
Wahai wanita-wanita
Syurgamu adalah syurga milik pemilikmu
Milik sang kumbang yang kau ridhoi hendak disirami dengan air-air manusia
Duhai wanita,
Ragamu adalah raga kemulian
Jiwamu adalah jiwa kesucian
Dan kehormatanmu adalah pintu-pintu syurga sumber manusia pembela izzahmu,ragamu,dan jiwamu
Wahai wanita
Para wanitaku
Wanita-wanita kaum Muhammad
Wanita-wanita manusia
Tak pernahkah kau sadar akan dirimu
Tak tahukah kau akan dirimu
Dirimu sendiri
Yang berdiri mematung bercermin di istana-istanamu pagi-pagi buta selepas subuh menjelang fajar
Dirimu,ragamu.jiwamu dan kehormatanmu
Dijaga oleh manusia-manusia
Oleh kami,kami
Oleh ayahmu,anakmu,saudara lelakimu dan suamimu jika kau bersuami lelaki penuh takwa
Lantas karena apakah kau gunting kain panjangmu
Hendak kau perlihatkan mulus jemarimu
Ataukah jenjang halus lehermu
Dan bagus nian lekukan tubuhmu
Ataukah hendak kau goda kumbang-kumbang
Sang kumbang binal penuh mesum di otak mereka
Karena tiap sepermili detik simpul lelaki mereka berkreasi,penuh gairah
Bergejolak keras keras,letup-letup penuh amarah
Bukankah fitrahnya sang lelaki
Ketika matanya melihat sesosok daging-daging berjalan dihadap mereka
Daging penuh aroma-aroma,mewangi penuh syahwat
Daging-daging manusia
Dan hendak kau salahkan siapa
Hendak kau alamatkan pada siapa
Jika ternyata karena kesalahanmu itu kau pun ternoda
Tergadai cinta,tercerabut kesucian karena lelaki lacur keparat
Wanita
Kemilau raga
Sinaran cinta,lembut-lembut manja khas wanita
Penuh hangat belaian bersumber hati bergenre kesucian
Bak lantunan ayat Tuhan petikan gulungan-gulungan bab Maryam lewat pukul 12 malam
Wanita pendaran mutiara
Permata Afrika berkilau,silau mata sang Adam
Sekumpulan melati padma rupa
Mewangi bumi,mewangi jiwa
Layakkah ia tak terharga,terlindung
Walau tetesan darah tertumpah
Keberkahan bumi,jiwa manusia
Jiwa wanita
NB:…………………………..:(

Galau Hatiku..Jiwaku!!!
Senyap lantunan sepiku meruak penuhi langit kamarku
Tempat raga ringkihku sejenak bertengger
Lindungi sekerat daging kelelakianku
Daging cintaku
Tak ubah kemilau hidupku
Buram,kabur,absurb,abstrak
Sang pelangi berkabut
Kaburkan raga,sukma-sukma
Lantunan sepiku sebagai lelaki
Erangan sakitku sebagai Adam
Puisi jiwaku rapuh tak tertahankan
Kontradiksi,patah hati sekaligus oportunis penjahat wanita
Pendaran cahaya lilin penuhi raga
Membakar jiwa malangku penuh nista
Sedang lelehannya kini penuhi tanganku,kakiku,wajahku,dadaku
Selimuti ragaku bak Fir’aun tanah Piramida
Ahh…kesahku tak ubah lolongan serigala Afrika
Mengaung-ngaung penuh gejolak
Tak ubah kaya-kata tak bertuah
Milik kakek reot bau tanah
Ahh…kalau boleh ku pinta
Kirimkan saja aku bisa boa Australia
Ataukah Guiltone saja
Pedang keramat inkuisisi muslim-muslim malang tanah Kordoba
Tuhan??
Kenapa aku merasa bak pesakitan rumah bui
Tak ubah pelacur jalang hendak insaf
Hendak taubat,taubatan nasuha
Tuhan.,
Kalau boleh aku meminta
Kirim aku temaliMu
Aku hendak gantung diri menuju surga
Pukul 10.59.Bertanggal,5 Oktober 2009.DIKLATLUH BDH.Rumah para “White Schol**”,

7 Oktober 1986
Aku terlahir ke bumi
Sepasang bola mata binal mungilku melihat buana fana
Sedang erangan ragaku keras-keras ke penjuru negeri,negeri para manusia
Sekumpulan makhluk-makhluk bumi
7 Oktober 1987
Aku makin dewasa saja
Bulaian manja sang bunda kabarkan padaku bahwa bumi itu damai
Penuh malaikat-malaikat
Sesak oleh kawanan bidadari-bidadari
7 Oktober 1988 hingga aku balita
Adalah seonggok daging yang mulai berjalan
Merangkak-rangkak ke sentaro bumi
Panggil-panggil papa
Panggil-panggil mama
7 Oktober 1991 hingga aku Sekolah Dasar
Masa-masa penuh damai
Pikirku bumi adalah sekumpulan pelangi dan teja langit sore berpendar kemilau mentari
Pikirku bumi adalah jalanan dan gunung-gunung serta selat Sape yang ku jamah,bercinta ragaku dengan sang alam
Menzinahi sang waktu,telusuri jalanan-jalanan,sekumpulan bocah bertelanjang dada
7 Oktober 1997
Aku adalah manusia-manusia
Sang muslim gagah perkasa,hendak jihad ke Palestina
Lantunkan ayat-ayat surga
Sedang otakku ingin menjadi perawat saja selepas kulihat Ayah dari ibuku sekarat karena asma
7 Oktober 1998
Pikirku aku mulai mengenal hawa
Seolah aku adalah kumbang tanggung yang hendak menandai mawar Eropa
Dan aku adalah sesosok jemari-jemari penuh rasa
Rasa hendak menjadi raja dalam semua,raja di raja
7 Oktober 1999
Rasa itu makin membuncah,hendak ledak-ledak
Rasaku ingin menjadi Raja,hendak tawan sang hawa
Hendak ku jadikan saja ia permaisuri cinta
Istana penuh cinta,kemilau-kemilau mutiara
7 Oktober 2000
Aku mulai ragui hatiku
Pikirku aku tak layak untuk sang hawa
Berkode tanggal lima bulan lima
Berambut mayang,sipit matanya,pipi kenyalnya,sedang hidung Turkinya
7 Oktober 2001
Hendak kubuang muka
Hendak ku berlari dari bumi
Hendak ku buang muka
Hendak ku pergi saja dari depan wajahnya
7 Oktober 2002
Pikirku cinta adalah bulaian remaja tanpa ilmu
Pikirku cinta akan menohokku,tusuk-tusuk hatiku
Remukkan jiwaku,bunuh sukmaku
Hingga aku bak orang gila,kumel,tak tahu sisir kumis wajahku
7 Oktober 2003
Aku ikrarkan cinta bukan lagi milikku
Tapi sebagian hatiku berontak-berontak penuh ego
Bak jejaka malam pengantin
Hendak di tidirunya sang perawan selepas ijab dibawah kitab
7 Oktober 2003
Mungkin hatiku salah jatuh cinta,salah menilai cinta
Sadarku cinta adalah milik dua manusia penuh gairah,penuh tulus
Tapi,apakah aku juga salah,sedang ia permainkan diriku
Selepas ia jadikan aku bak pangeran tanah Perjanjian
7 Oktober 2004
Hingga aku jatuh tersungkur kepelukan hawa
Bibirku megap-megap mencium wangi wanita
Wanita yang kuingat Ia berambut lurus,berhidung mancung,kulit kuning kemayu jemarinya
Yang kuingat ternyata begitu rasanya memeluk hawa,hambar-hambar bak roti tawar
7 Oktober 2005
Tanpa wanita
Tanpa wanita
Otakku,jiwaku,ragaku telah ku gadaikan untuk selembar jubah putih keramat
Hatiku telah kuikat hendak khatamkan tulisan-tulisan manusia bersejawat
7 Oktober 2006
Aku mulai mengenal arti sebuah persahabatan
Mengenal arti lembaran lima putuh ribuan milik manusia sisi tangga,yang hatinya begitu tulus pikirku
Sedang otakku mulai direcoki istilah-istilah tak kukenali
Hendak disatukan saja negeri-negeri seperti zaman lampau,kala Sultan-sultan berharem
7 Oktober 2007
Aku terpuruk sangat, tersungkur, tersingkir
Sekelompok manusia munafik mulai tebar teror
Fitnah-fitnah tanpa ampun
Fitnahnya diriku bak anjing koreng jalanan hitam
Hingga semua menyingkir
Hendak ia gantungkan saja ragaku ke temali pengadilan
Hendak ia inkuisisi diriku akan semua
Fitnah tak bertepi dari seorang manusia,yang kuingat mencak-mencak ia habiskan jatah makan malamku, manusia sisi tangga
Hingga saudara seimanku menyingkir pula
Ia yang kucerita sang hawa berkode tanggal lima bulan lima dari mulai lahir hingga sekarat dalam jiwaku
Yang ku kenali sangat parfum miliknya
Karena diam-diam kucuri hendak kupakai,pikirku alimnya akan tulari diriku yang binal
Ahh….aku mulai sakit
Ragaku rapuh nian sangat
Otakku mulai aus,bak besi karatan penjara-penjara tanah Irak
Jiwaku mulai mati ragui sang waktu,ragui sang malam, hingga aku meragui semua
Tapi Tuhan kirimkan aku malaikat
Malaikat berbibir seksi,bola matanya bundar, beralis tebal, bernama wanita
Ia kuatkan aku,dinasehatinya aku
Diberinya aku cinta
Tapi….
Aku tidak miliki cinta pikirku
Hingga kugantung perasaan itu tak terkira
Bak tali lasso yang terdiam, tak terjamah, tak terlirik
7 Oktober 2008
Aku mulai bangit memang, beberapa purnama lewat
Hendak kucukuri rambut-rambut raga
Bak Pangeran di meja judi
Telah ku gadai, ku lelang hatiku untuk wanita bersuara manja, membosankan
Menghabiskan pulsa menelponku malam-malam
Sekedar basa-basi tanpa makna
Hambar tanpa rasa, tanpa cinta
Walau ku akui aku menjadi lelaki jalang, pelacur tengil dalam sejarahku sebagai lelaki
Tapi terkadang aku kasihan pula
Saban hari ia menghampiriku hendak makan mie ayam
Di ajaknya aku,di rayunya aku
Ahh….aku juga manusia, toh aku masih miliki hati, walau kanan kiri bopeng tak berpola lagi
Hingga aku putuskan aku tak layak untuknya
Hingga ku cari-cari alasan sakiti hatinya
Hingga aku berlari menjauh, berlalu dari dunia dirinya
Sang hawa malang, salah jatuh cinta
Sedang jantungku telah mulai tak berdetak lagi
Mati rasa, sekarat tak bertepi
Selepas ku tahu kencang-kencang suara merpati putih tanah seberang
Suara kematian
Suara-suara gaduh
Penuh intrik,kontradiksi tak tertahankan
Bercerita sang hawa hendak berlabuh cinta, memetik buah surga
Berkode tanggal lima bulan lima
Aih….peduli apa diriku
Aku siapa kini pikirku
Inginku palingkan semua, sembunyi-sembunyi rintihku
Tapi lubuk hariku nanah-nanah meruak keluar, ratap-ratap jiwaku sebagai lelaki
Pecundang jalang
Tak pernah ucap cinta
Tak pernah akui semua
Hingga aku memang jatuh, sadar aku memang tak ubah debu pekat arang
7 Oktober 2009
Tanpa kisah
Tanpa cerita
Tanpa rencana
Tak tahu arah, tersesat pikirku membatin
NB:
Well guys…harap do’a kalian agar saya bisa lebih “DEWASA” menjalani kehidupan ini.AMIN.
02.23 Witeng,6 Oktober 2009. Panji Asmara.30. Ditemani lantunan “First Love” Utada Hikaru…Ahh…suck song for me this moment..
Patah hati????Humm……,:p
Kiranya ini adalah sebuah “sharing” semalam dengan seorang teman.Sebut saja namanya “ANDI”.
Ini kiranya menohok kita semua. Dan bahkan saya pribadi kaget (baca:syok) bahwa ini umumnya berlaku di daerah kita.Daerah BIMA (Mbojo)
Kiranya ini hanya “sharing” dari seorang anak Bima yang memiliki kepedulian akan Bima Dana Mbojo,Dana Mbari,Dana ma Bareka.
Menurut dia lazimnya di Bima memiliki suatu “tradisi” yang aneh bahkan sebut saja “menjijikkan”.
Bahwa untuk meraih posisi tertentu (jabatan-red) sering terjadi silang sengketa.Kampanye negatif (Black Campaign) yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak memiliki nurani.Tak punya hati.
Bahkan terkadang terjadi perang *FITNAH*. Menjatuhkan KREDIBILITAS dan Kapabilitas seseorang demi keuntungan pribadi. Hantam kromo tanpa tedeng aling-aling demi sebuah tujuan…
Sebuah JABATAN yang seyogyanya adalah sebuah amanah masyarakat sering kali diperebutkan dan diserobot tidak melalui jalur “LEGALITAS” sesuai konstitusi yang berlaku dalam tata perundangan dan terlebih nilai-nilai moralitas dan sisi humanisme sosial.
Sekali lagi ini hanya sebuah “Sharing”. Kiranya kita dewasa dalam menyikapi segala gejolak yang terjadi di masyarakat.
Bukankah perilaku Amoral seperti demikian diatas tidak bisa dibenarkan??
Kiranya untuk kedepan nanti bahwa dalam segalanya kita cukup memiliki kelapangan dada dan memiliki kecakapan politik untuk menghargai “orang lain” dan menerima saja apa pun ketentuan yang berlaku sesuai seperti aturan yang semestinya.
Ahh…Fitnah memang lebih kejam dari pembunuhan. Fitnah memang akan merontokkan segala sendi-sendi kepercayaan, keakraban dan nilai-nilai integritas seseorang yang dalam bahasan ini ada “korban / terfitnah”.
Bukankah “fitnah” sang Iblis hingga Adam dan Hawa harus terusir ke bumi.Setelah kehidupan yang cukup nyaman dan abadi di “Jannah”.
Bukankah “fitnah” juga yang menyebabkan Sayyid Qutb dan beberapa ulama terhormat harus meregang nyawa di temali gantungan??
Bukankah “fitnah” pula yang menyebabkan para “Ahli Bait” harus terpenggal satu-satu di padang Karbala.
Dan bukankah “fitnah” pula hingga beberapa Daulah Usmaniyah, Abbasyiah dan kesultanan-kesultanan yang berjaya dimasa lampau di bumi ISLAM hingga tercerai berai tak bertepi. Dijajah dan dijadikan budak??Anjing penjajah yang berujud manusia
Ahh…………….STOP FITNAH!!!
NB:
Ini hanya sebuah “refleksi”. Tidak merupakan antithesis sebagai “Fitnah” itu sendiri.
Kiranya dalam beberapa bulan kedepan kita memiliki kecakapan dan kemampuan yang tinggi dalam *mengamati* baik-baik apa yang berlaku di tanah kita. Dana Mbojo.
Ini bukan “TITIPAN”.Murni dari gejolak batin saya untuk salng “Mengingatkan”.
4 other (bukan orang Bima), kiranya refleksi diatas adalah berlaku bagi siapa saja. Dimana saja,
Wallahu Alam bishohab….Amin Alaik!!!
Sincerely,
Asrarudin Hamid

Bimanese women with "SARIMPU"
Bima….A place where located in eastest side of West Nusa Tenggara ,Indonesia.Where exatly in eastest side of Sumbawa island near Komodo island.
(Bima. Sebuah tempat yang berlokasi di sisi timur provinsi Nusa Tenggara Barat.Tepatnya di ujung timur pulau Sumbawa.Dekat Pulau komodo.Yang kini telah terbagi menjadi Kabupaten dan Kota Bima).

INDONESIAN Map// Peta Indonesia

Lombok and Sumbawa Island (West Nusa Tenggara Provinci) there is in pictures shown Bima// Bima ada dalam gambar....NB:Foto dari google.com
Bima located exacly:
North side: Flores sea
South side: Indonesian ocean
East side: Sape straits
West side: Dompu regency
(Dompu and Bima has same culture mainly,known as “Dou Mbojo”)
(Dan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara-Laut Flores.
Sebelah Selatan-Samudera Indonesia
Sebelah Timur-Selat Sape
Sebelah Barat-Kabupaten Dompu).

Bimanese youth// Pemuda Bima, Located:Kampong Sigi,Sape
There are famous etnic group living,such Bimanese(dou mbojo-red) as mayority and other small etnic group Donggo (dou Donggo),Buginesse,Bajo,Malay,Javanese,Arabic,Chinesse,etc.Mayority of Bimanese is moslem. An absolutely-obey moslem.But,they are very tolerate for other religion exist.
(Terdapat beberapa suku yang mendiami Bima.Mayoritas adalah suku Bima (dou mbojo), Dou Donggo, Bugis, Bajo, Melayu, Jawa, Arab, Cina dll.
Mayoritas orang Bima adalah muslim.Tipe muslim yang taat.Tetapi memiliki toleransi tinggi terhadap pemeluk agama lain.)

Wanita bima *podeng*//ikat bawang....Bimanese girl at onion farmland

Benhur..Traditional transportation Located:Sape,East Bima...
In ancient time there is a Bimanese Kingdom (Kesultanan Bima) which exist as a popular Kingdom in middle and east part of Indonesia.
There are still builded a Palace of Sultan (Asi Mbojo) and Sultan moesque..,
(Di waktu dahulu terdapat kesultanan Bima yang mana sangat terkenal di bagian tengah dan timur Indonesia. Dan sampai sekarang masih bisa ditemui Istana Kesultanan (Asi Mbojo/Museum Bima) dan mesjid Sultan).

Asi Mbojo...
Bimanesse are unique and simply. There are still defence own tradition,culture,custom and way of life which belong toIslamic value (Syariah Islam) althought some people like another Indonesian were influence by other culture.
(Orang bima cukup bersahaja. Sebagian besar masih mempertahankan adat istiadat, budaya dan kebiasaan yang sejalan dengan nilai Islam yang berkembang di Bima (Syariah Islam-red) walaupun sebagian yang lain telah terpengaruh oleh budaya lain sebagai mana umumnya orang Indonesia).

Farmland at Dodu, Bima city.. Foto:By Multazam Abdullah

At Torowamba..
There are some awesome and beautiful place in Bima. Matamboko and Torowamba beach, Bajo island which Pasir Putih and Telaga Ana Fari (located in Sape,eastest distric of Bima regency as known as East Bima), Sangiang volcano (located in Wera), House of Sultan (Asi Mbojo/Bima museum), Pulau Ular (snakes island,those the snakes unwild and unbitten one), Lawata beach, Ama Hami, Pasar Senggol (Senggol market),etc
(Terdapat beberapa lokasi wisata yang indah dan menarik di Bima.Pantai Matamboko dan Torowamba,Pulau Bajo dengan Pasir Putih serta Telaga Ana Fari (lokasi di Sape,bagian timur Kabupaten Bima atau yang terkenal dengan Bima Timur), Gunung berapi Sangiang (berlokasi di Wera), Istana Kesultanan (Asi Mbojo/Museum Bima), museum Sampa Raja, Pulau Ular (Ular laut jinak dan tidak berbisa), pantai Lawata, Ama Hami, Pasar Senggol,dll.)

Bajo pUlau..

Here a simple effort to promote Bima.Hope Allah PBUH bless you and me.
Sincerely,
Asrarudin Hamid
Pagi-pagi sangat
Kau bangun merapikan sisi kamarmu
Menyapa halus,menyapa mesra anak-anakmu
Dan terkadang kau berteriak manja,lirih,Pelan sangat.
Selepas menemui Tuhan kau kedapur menata meja
Siapkan satu-satu piring-piring
Untuk nasi suamimu dan anak-anakmu
Nasi yag terbayar dari gaji bulanan tanggal 4 dua hari lalu
Kau masih sempat memanggil anak-anakmu
Untuk menjamah nasi yang kau tanak pukul 05.00 subuh ini
Sedang suamimu menyeruput segelas kopi yang kau bikin pukul 05.15 tadi
Ahh..Pagi yang indah
Selepas kau mandi kau berjilbab depan cerminmu
Cermin yang kau beli dua tahun silam
Di pasar baru dekat jembatan
Jembatan waktu kau berlari mengejar lembayung senja
Dan mentari mulai menyapa bumi
Kau mengambil sepatu usang yang kau beli tiga tahun silam
Entah bermerk apa…
Entah keluaran pabrik apa
Pukul enam lewat tiga puluh menit
Kau berjalan pelan
Langkah gontai kemayu dua kakimu
Kaki indahmu berbalut rok hitam dengan atasan tenun bima yang mulai memudar
Kau terus berjalan menuju mentari pagi
Tersenyum menyapa kiri dan kananmu
Menyapa manusia
Menyapa makhluk..,
Pukul sepuluh
Mulutmu masih nanar teriakkan kesisi ruang kelasmu
Ajari manusia-manusia untuk membaca
Untuk menulis
Dan tanganmu masih menulis ayu
Sisi papan kapur putih ke seisi bumi
Menuliskan bahwa Indonesia adalah suatu negara berdaulat
Bahwa Islam adalah agama perdamaian
Ahh…Penatmu mulai mengucur deras
Basahi kemeja kusam mu
Basahi jiwamu
Basahi bumi..Bumi manusia-manusia
Pukul 12.30 kau baru pulang ke bilikmu
Menanak nasi lagi
Menyiapkan piring-piring lagi
Menyuapi anak-anakmu lagi
Dan kau tetap tersenyum selepas ashar ini
Senyum manismu
Senyum simpul gigi putih mu
Senyum tanpa cela,tanpa dosa…
Ahh……..
Kau tetap tersenyum,
NB: Dedicated for my Lovely MOm…
Facebook,.mungkin bahkan bocah umur 9 tahunan hutan pedalaman Papua sudah familiar.Facebook,dari orang yang unik,Freak,SKSD,sok kecakepan,kepedean,sok penting, semua bakal di jumpai.
Tapi,Forum ini juga memiliki nilai positif.Terutama buat lelaki yang menulis ini.Ya..lewat Facebook dia bisa dekat (akrab-red) dengan pribadi2 unik,memberi wejangan,nasehat,komentarin status,dan yang terpenting menyalurkan ide-ide.Ya..dua ide yang bulan2 kemaren sangat dia geluti.
Nulis *NOTES* dan *Foto-Foto*…DASAR NARSIS!!hehe

Ahh..Facebook,
Tetapi rupanya ada pihak2 yang *RESE*..ya..baca yang benar guys *RESE*.Maen remove2 an…pikirnya dia SELEB kali yah…HATE this one,LOL??
Tapi sudahlah..Think positively..lewat Facebook si Lelaki menemukan kini dia akrab kembali dengan sepupunya yang hampir puluhan tahun pergi tak jelas…(Beda kota nyonk,lebay…).Ikut akrab dengan temannya masa lalunya 11 tahun yang lalu.Love U sista,Membaca catatan2 saudaranya yang sudah 2 tahun silam tak ditemuinya.Melihat foto-foto daerahnya yang cuma bisa dia kunjungi 1 tahun sekali,.Upzz,menyedihkan!!!


Sudahlah…
Tidak semua hal yang kita lakukan akan bisa di terima oleh orang lain.Buat apa susah sangat pikirkan pendapat orang lain.Jika mereka tidak mengerti benar keadaan kamu.Upzz,this not Egoism,LOL!!!
Facebook adalah media “SILATURAHIM” just it.
Untuk apa mencoba mengenal dia jika tak layak dikenali.Untuk dia yang sejak satu purnama silam hadir tanpa undangan mengeja kata-kata keluh jiwaku.Untuk dia yang mencoba ikut ambil bagian dalam cerita hidupku
Ya…ya…ya!?
Tanganku terbuka kawan,pintu ragaku bahkan pintu batinku terbuka buat siapa saja kawan.Buat lelaki,wanita,banci dan entah iblis jalang.Ya,ya,ya…terbuka umum untuk di tengok
Tapi,aku memilah memilih,dan begitu aku ikhlas membukanya aku akan memangilmu kawan.Karena aku melihat rajin nian kau menyapaku
Tapi apa kawan??:(
Maka dengar baik-baik,eja huruf-huruf ini satu-satu.Satu-satu.
Aku manusia yang membenci manusia yang merasa dirinya bak selebritis panggung jalanan Jakarta,sok menutup diri,bak Raja-Raja.
Hei,kawan…
Semudah tangan ini balikkan telapak jemariku jika aku ingin mengenal manusia-manusia.Salah alamat kamu congkak tanpa kejelasan kawan…Kamu salah besar kawan,dan aku merasa sakit hati kawan…
Pikirmu aku gembel jalanan?Atau aku Pelacur jalang menjaja cinta dari gerbang-ke gerbang seraya teriakkan harga diriku 500 perak tuan-tuan.
Puihh..,kamu salah besar tuan.Tak usah saja kau sok kepedean mengenal diriku jika engkau tak ingin dikenal pula.Hah,mohon maafku,mohon ampunku jika aku memang jalang,jejaka bodoh yang tak layak kau kenal.
Maka di ujung bait-bait ini…Aku memintamu dengan sangat hormat
Hey,pergi saja kau kawan.
*AKU TAK LAYAK KAU KENAL*
(04.54 Wita, 14 Ramadhan 1430H.Asmara 30,ditemani alunan Broery Marantika)

Lelaki itu kebingungan,cemas
Nampak dia tersenyum,terbahak,tertawa
Gembira…kegembiraan tanpa syarat
Terkadang ia bersedih,laksana pelacur tak terbayari sehabis menjaja cinta
Ia mencoba tersenyum bahagia
Mencoba menepis semua keraguan
Akan dirinya,akan cintanya
Akan dunia akan semua
Tapi coba kita dengarkan bisikan nuraninya
Jauh di lubuk hatinya mungkin ia menangis pilu
Di ujung kamarnya mungkin ia menyesali semua
Tangisan batinnya tertahan,tangisan iba
Tangisan kematian
Tapi,bukankah ia yang memilih
Ia yang memutuskan hatinya ditambatkan pada merpati mulus
Raganya ikut setuju pada melati tepi Semeru
Pada mawar-mawar,pada melati
Kasihan nian sang lelaki
Sang jejaka,yang lelah berharap segera pancarkan cinta
Cairan-cairan lelaki penuh arti
Cairan manusia pelanjut manusia
Ahh….
Dia mencoba tegar berharap cinta akan memihak padanya
Berharap sang dara memanja raganya,berpeluh batinnya
Hingga mereka bersetubuh cinta di atas ucap ijab kabul
Sang lelaki…
Aku juga lelaki sama seperti kamu
Dengarkan ucapan bibir binal lelaki seperti diriku
Lelaki yang pernah menyelami lautan cinta
Menjadi lelaki bernilai kedua
Laksana baju bekas emperan kaki lima
Ahh…apa nian,
Cinta adalah anugrah Tuhan bukan?!
Mungkin Tuhan tidak adil dalam cinta
Atau Ia hendak uji kesabaran kita sebagai lelaki
Ke Ikhlasan kita
Kebenaran kita dan kesejatian kita sebagai Adam
Atau cinta hendak mengadakan sayembara
Berpedang pora,adu ketangkasan,adu keberanian,adu kejantanan
Atau cinta sedang memilih
Memilah laksana pakaian takwa di hari lebaran
Entahlah…
(13 Ramadhan 1430H..17.11 Wita,Kamar kos NRCK.Refleksi akan lelaki2 *KEDUA*)

Adakah Ramadhan masih seperti tahun lewat
Bulan kemuliaan nan barokah
Penuh karomah,limpahan pahala,ampunan dosa
Yang kupahami sebagai kaum bersujud bumi bertahajjud raga
Nyatanya Ramadhan lelaki bulan ini
Ramadhan tanpa harta,tanpa cinta,tanpa kasih
Ramadhan selembar baju melekati raga
Ramadhan dompet bertumpuk kertas tak bernilai
Ahh…aku tidak ingin berkesah
Ini bukan keluhan kawan
Bukan kemanjaan dari Lelaki
Bukan kepengecutan akan hidup
Ramadhan lelaki bulan ini
Dia tak disapa
Tak dianggap,tak ditanya lagi seperti tahun-tahun lewat
Ahh…mungkin sang lelaki telah mati,berkalung tanah pekat
Atau kini sang Lelaki telah di penjara
Membuat malu,membuat aib manusia-manusia
Ahh….Kasihan nian sang lelaki
Kini ia tak ubah debu-debu pinggiran jalanan tempat pelacur jalang menjaja cinta
12 Ramadhan 1430H…Panji Asmara 30.pukul 18.08
Boss!!!
Lelaki itu paruh baya hitam manis
Alisnya bagus nian,matanya,bibirnya
Matanya bak elang Jawa,tajam-tajam menusuk hawa
Suaranya gelegar-gelegar penuh makna,berintonasi
Boss!!!
Lama nian aku mengenal dirinya,seperti batang usia manusia
Makin meninggi. makin meninggi
Lama nian aku bersama dirinya,seperti hembusan angin Sahara bulan Oktober
Seperti arak-arak awan ujung langit
Boss!!!
Aku ingin jujur padamu
Pada semua pada dunia
Boss!!!
Aku merasa aku kehilangan dirimu
Entah apa yang membuat begini
Entah siapa yang membuat begini
Entah siapa
Boss!!!
Adakah engkau bangga akan diriku??
Adakah engkau akan bercerita pada semua tentang diriku
Akankah engkau berkoar-koar pada semua bahwa kau mengenal diriku
Adakah……….
Boss!!!
Pernahkah kau menyadari aku begitu sayang padamu
Pada semua
Boss!!!
Tidakkah engkau dulu bahagia karena aku mulai merangkak menuju langit
Tidakkah engkau tertawa
Tersenyum gembira melihat bibir mungil binalku mencak-mencak mengucap kata
Tertawa riang akan semua
Boss!!!
Aku kehilangan dirimu
Aku rindu akan dirimu
Aku benar-benar rindu akan semua
Pada semua
Boss!!!
Ini kesahku
Ini nyanyian hatiku
Erangan jiwaku
Teriakan batinku
Boss!!!
Aku kehilangan arah kini
Lilin kecilmu mulai berpendar dan akan padam
Api semangatnya telah redup dan hampir mati
Aku sekarat
Boss!!!
Aku rindu suaramu
Aku ingin dengar lagi dongeng-dongeng cerita lamamu
Lakon Ali,Khadijah,Muhammad awal-awal hidupku di dunia
Ketika aku mulai mengenal Agama,mulai mengenal manusia
Boss!!!
Hatiku sakit nian Bos,
Batinku sakit
Semua sakit
Boss!!!
Aku seperti asing kini
Seperti musafir Gurun Gobi sedang kompasku telah hilang
Dan aku kehilangan arah kini
Tersesat
Boss!!!
Aku telah lama nian keluar dari jalur
Aku seperti pelacur jalang yang tak tahu jalan pulang
Tak ingin pulang
Takut pulang
Boss!!!
Mungkin memang aku salah
Mungkin aku telah durhaka
Dan aku memang salah,durhaka
Hingga kau ogah nian mengingat ku kini
Boss!!!
Lelaki ini bingung
Jejaka ini kesepian
Jejaka ini malang nian dan tersesat sekarat
Jejaka ini hampir mati
Boss!!!
Aku ingin memeluk dirimu
Aku ingin mencium,menjilat kakimu
Bak anjing jalang pada tuannya
Bak budak,pada tuannya jika itu sepadan
Tuhan!!!
Tuhan Ibrahim,Musa,Isa dan Muhammad
Tuhan ku,kita semua
TUhan manusia-manusia
Beri aku waktu untuk berteriak garang penuh gelegar tuk bilang pada dunia
I LOVE MY BOSS,
*10 Ramadhan 1430H.,Sebuah sudut kamar manusia.Asmara 30
Komentar Terakhir