(Sisi lain Asrarudin Hamid)
Sayang…
Adakah kau terbangun pagi buta
Kala mentari mencium manja sinar purnama
Dan sekelompok kupu-kupu bercinta
Sayang…
Adakah kau terjaga di malam sunyi
Saat nyanyian anjing terdengar merdu
Bak petikan kecapi perawan Hindustan
Sayang…
Pernahkah kau memikirkanku
Dan hendak mengingat aroma wangi ragaku
Atau senyum simpul kedua sudut bibirku
Bibir yang kau usap manja dengan cinta
Lantas kau cium mesra
Penuh gairah
Pagut-pagut,menindih raga
Sayang…
Aku pernah berjanji di bawah purnama
Akan membawamu ke sudut surga
Hendak ku kenalkan pada Tuhan
Sayang…
Maafkan aku yang telah sakiti ragamu
Buat engkau tak berarti lagi sebagai wanita
Sebagai manusia
Sayang…
Dengan segala hormat
Hendak ku bongkokkan dada kekarku
Bersujud di jemari kakimu
Sayang…
Salahmu cuma satu
Khilafmu adalah kenapa engkau begitu mudah mencintaiku
Lantas kau percaya saja ucap bibirku
Sayang…
Aku terlahir sebagai lelaki
Nafsuku tak mampu kupenjara
Sementara di luar sana wanita-wanita menggoda
Sayang…
Aku cuma menitip sesuatu padamu
Dan hendak ku kembalikan kunci hatimu
Karena aku tak layak membukanya,lantas menengok isinya
Sayang…
Maafkan aku yang tak menghargai cintamu
Karena aku memang pernah tak dihargai oleh cinta
Memang tak berharga



sayang..ternyata aku baru mengenal mu
let’s blogging brother
-salam dari KBM-
Yep..thnaks dude