Pelacur Bersorban

(Sebuah coretan tak berpola: Asrarudin Hamid)

Kini aku ingin merangkai beberapa kata
Inginku aku adalah ahli sastra,ahli bahasa
Tapi aku hanya lelaki belia
Bukan siapa,bukan apa-apa,hanya sekumpulan tulang berotak,bersukma

Maka,dengarkan petuah tak berpola dariku kini….,

Wanita…
Tidakkah kau menyadari kau adalah wanita
Sadarkah kau bahwa kau membawa surga di kakimu
Surga manusia-manusia

Sang wanita
Ketika terlahir kedunia bernama hawa
Bermata indah,lentik memikat
Berjemari lembut tak ubah syal nenek berbahan sutra Samarkand

Sang wanita
Mulai beranjak remaja
Mulai mengenal dunia
Mulai mencium semerbak wangi dan semilir angin bumi

Sedang ayah ibu mereka mulai berembuk manja
Panggil-panggil menghadap
Menyodorkan selembar kain bermotif Turki
Berwarna merah,merah dara,penuh karakter

Sang ibu berkata manja
Kenakan ini,lindungi ragamu dari Iblis
Pakailah ini,jaga hatimu dari murka Ilahi
Sedang sang ayah cuma menitip kata singkat,mungkin kami tak cukup waktu melindungimu

Sang wanita
Ia mulai bercermin diri
Mencak-mencak berdiri mematung depan kaca klasik
Keluaran tahun dua ribu tiga masehi,dibeli ayah di toko milik Tianghoa

Sang wanita
Rupanya ada gejolak baru di dadanya
Nian Iblis telah bermetamorfosa menjadi lipstik-lipstik merah muda
Dan telah berbentuk rok mini berenda tipis berlabel rumah mode Italia

Genderang perang mulai bertabuh kencang
Kebatilan bergumul dengan sekeping Iman yang agak goyang selepas diterpa gempa keraguan
Keraguan batinnya untuk apa lentik bulu matanya,kemilau rambut dan indah lesung pipinya
Jikalau pikirnya harus tertunduk terpaksa berselimut kain-kain hitam,kusam tak modern

Sedang sekelompok manusia adalah rekanan bisnis sang Iblis
Berkamuflase dengan jargon-jargon yang dalam otak mereka sebagai isu-isu manusia abad milenium
Emansipasi wanita kata mereka
Kebebasan tanpa syarat pikirnya

Sang wanita

Kini Imannya telah tergadai
Ia bersorban panjang melilit raga dari pukul enam pagi hingga petang
Selepas itu mulai lenggak-lenggok kaki panjang mereka
Berjalan kiri-kiri,tertawa-tawa penuh gairah,nafsu manusia

Sang wanita
Sorbannya ia lilit ke atas lewati jenjang muka
Hingga mahkotanya tercerabut mayang,angin menyibak kehormatan wanita
Penuh hawa Iblis meraja,tepis-tepis kanan-kanan tak tentu arah

Sang wanita
Berumur dua puluh tahunan turunan saudagar kaya
Blasteran suku-suku penjaga tanah ulayat
Tanah penuh tumpah ruah kemiri dan pepohonan dupa,kayu manis mewangi semesta

Sang wanita
Beranjak dewasa sebrangi lautan samudra
Berharap otaknya terasah keras kuat
Tajam-tajam bak belati jejaka tanah Sape selepas berjalan keliling kampung menjaga manusia jikalau ada Iblis hendak memangsa

Sang Iblis jalang
Binal penuh nista nan dosa
Kubangan dosa hendak ia ajak manusia menuju syurga bumi
Syurga penuh kontradiksi dan aroma jahannam anyir-anyir darah pekat karena ia tak terizin hendak di tengok sebelum kitab tercium manja sekumpulan manusia beda rupa

Amboi,
Wahai wanita-wanita
Syurgamu adalah syurga milik pemilikmu
Milik sang kumbang yang kau ridhoi hendak disirami dengan air-air manusia

Duhai wanita,
Ragamu adalah raga kemulian
Jiwamu adalah jiwa kesucian
Dan kehormatanmu adalah pintu-pintu syurga sumber manusia pembela izzahmu,ragamu,dan jiwamu

Wahai wanita
Para wanitaku
Wanita-wanita kaum Muhammad
Wanita-wanita manusia

Tak pernahkah kau sadar akan dirimu
Tak tahukah kau akan dirimu
Dirimu sendiri
Yang berdiri mematung bercermin di istana-istanamu pagi-pagi buta selepas subuh menjelang fajar

Dirimu,ragamu.jiwamu dan kehormatanmu
Dijaga oleh manusia-manusia
Oleh kami,kami
Oleh ayahmu,anakmu,saudara lelakimu dan suamimu jika kau bersuami lelaki penuh takwa

Lantas karena apakah kau gunting kain panjangmu
Hendak kau perlihatkan mulus jemarimu
Ataukah jenjang halus lehermu
Dan bagus nian lekukan tubuhmu

Ataukah hendak kau goda kumbang-kumbang
Sang kumbang binal penuh mesum di otak mereka
Karena tiap sepermili detik simpul lelaki mereka berkreasi,penuh gairah
Bergejolak keras keras,letup-letup penuh amarah

Bukankah fitrahnya sang lelaki
Ketika matanya melihat sesosok daging-daging berjalan dihadap mereka
Daging penuh aroma-aroma,mewangi penuh syahwat
Daging-daging manusia

Dan hendak kau salahkan siapa
Hendak kau alamatkan pada siapa
Jika ternyata karena kesalahanmu itu kau pun ternoda
Tergadai cinta,tercerabut kesucian karena lelaki lacur keparat

Wanita
Kemilau raga
Sinaran cinta,lembut-lembut manja khas wanita
Penuh hangat belaian bersumber hati bergenre kesucian
Bak lantunan ayat Tuhan petikan gulungan-gulungan bab Maryam lewat pukul 12 malam

Wanita pendaran mutiara
Permata Afrika berkilau,silau mata sang Adam
Sekumpulan melati padma rupa
Mewangi bumi,mewangi jiwa

Layakkah ia tak terharga,terlindung
Walau tetesan darah tertumpah
Keberkahan bumi,jiwa manusia
Jiwa wanita

NB:…………………………..:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: