Sang Banci

Tak mampu urai kata
Jemari mati rasa
Otak tak ubah gumpalan daging nista
Semua tak miliki harga

Lelaki bukan lelaki
Mulutnya penuh racun sianida
Hendak di ciumi neraka
Temani sang belulang penebar dusta

Berperang ia merebut tahta
Mulutnya berbisa bak sanca
Sedang urat lelakinya sirna
Sang kelamin terobral di jalanan hina

Berkoar di pojok-pojok sampah
Retorika hendak mencari iba
Sang jawara mengucap khotbah
Sekumpulan angelica berlalu terbang tersenyum hiba

Sang Banci
Mengalir untai maaf dari sendi-sendi jiwa bersulam amarah
Langit buncahkan salju kiranya azab sang kafir
Siapa sang kafir

Anomali manusia
Mata rupa elang jalang
Tak bisakah tersumbat lacur mulut-mulutmu
Atau kau penjilat

Iblis berujud
Dan belulang bukan manusia
Bukan apa-apa
Hingga ku yakini tak layak tersanding melati padma rupa

Ahh….
Kenapa begini
Mengalir nanah pojok-pojok hati
Temali mayang terurai putus penuh hina

Tanyaku pada gemintang kelam
Siapa pendosa
Merpati bermetamorfosa gagak-gagak nista
Cinta berujud murka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: