Maaf

Hilang,berlari aku menjauh
Sang busur keabadian
Ruang jiwa manusiaku

Elegi adalah nyanyian duka
Sayatan hati luka
Menganga terbuncah aku mati

Berdosa sang aku
Sang hitam durhaka
Tuhan kutuk manusia,aku sang jalang

Kini derai tangisku tak bermakna
Suaraku tercekat lantunkan serenade kematian
Aku ilalang

Kupalingkan muka,palingkan muka
Sedang cerminku retak
Sang janin, aku bukan manusia

Wahai belahan kaki keabadian
Namamu kusemai di hati
Sang mawar rapuh,jangan kau teteskan tangismu

Wahai sang cinta
Maafkan aku
Diam adalah tangisan jiwaku,aku belahan jiwamu

Aku adalah lelakimu
Aku adalah darahmu,jiwamu,cintamu
Sayap-sayapku patah

Aku adalah wajahmu
Aku adalah alismu,dua bola matamu
Aku kepingan luka

Sudikah kau menerimaku lagi dan peluk jiwaku
Aku ingin menangis
Mati dipelukmu

P.Asmara 30.,
04-01-2010
PUkul 08.01 (Maafkan daku,……………)

2 responses to this post.

  1. DEMI PUISI SESUAP NASI

    terbaca dari matanya
    luka sejarahmu pedih
    muram langit bulan oktober
    desah angin punya cerita
    tadi pagi koran bilang apa?

    demi angka statistiknya politik
    kemiskinan itu dijaga bunga hutang
    tanggungjawab pemerintah ditarok dimana?
    jika di negerimu korupsi itu rajadiraja

    maka berdoalah
    semoga tak terjadi revolusi
    banjir darah jangan terulang lagi

    persatuan dikuatkan
    belajar dari kesalahan
    dan mau berkorban
    demi perubahan
    dan keadilan
    buat semuanya

    kerna ini persoalan kitakita
    menjaga persatuan bangsa

    kerna musuh selalu rusuh
    cemburu lagu padamu negeri
    ribut diatur oleh pasar modal?

    rindulah pada sang pemersatu!
    tunjukkan keberanian
    semangat kemerdekaan

    merdeka atau mati
    bukan hanya sekedar semboyan

    realita sekarang jurang kemiskinan
    di atas tumpukan emas dan berlian
    jutaan mulut menganga lapar, ngeces
    ilernya adalah air suci pengorbanan
    dipersembahkan buat tuan dan nyonya
    sang pemodal bisnis klas penindas

    Reply

  2. Siapa Dikuasai Siapa?

    katanya soeharto diturunkan imf dan bank dunia
    politik sakit jiwa merana kerna dia orba jilid dua
    pameran kekejaman drakula budaknya kapitalis
    sekedar senyum iblis mimpi ngeri republik korupsi

    sisa ego reformasi diberakin sirajatega
    penguasa istana rupanya lagi main mata
    coba tanya sama petruk atau gareng
    siapa yang sebenarnya berkuasa?
    mereka yang menang pemilu kemarin dulu?
    ngaku aja lagunya ngebos berlagak kacung

    kekuasaan lebih suka mengabdi pada uang haram
    rakyat melarat dibiarkan megap-megap sekarat

    biang kerok persoalan dijaga dimanjakan
    refleksi dari ketakutan atas segala kejahatan?

    pengadilan rakyat pun diharapkan
    siapa yang masih percaya pada setan?
    jual diri jilat harta karun sejenis firaun?
    memanipulasi keadilan dan kebenaran

    negara hukum bukan buta-tuli hukum
    proses kesadaran namanya indonesia
    tantangan anak bangsa di masa depan
    keadilan sosial pemuja kemanusiaan
    kekuasan yang pro rakyat jelata
    itulah cita-cita kita bersama!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: