Negeri Kupu-Kupu

Sebuah renungan sang manusia : Asrarudin Hamid

(1)
Pun tiba waktunya
Langit gulita membuncah selaksa angkara durga
Muhammad bukan Isa,pun Isa bukan Musa
Manusia-manusia binasa

(2)
Berjejer rapi mata kumel manusia
Berderet meminta-minta
Erang sakit kecambah kehidupan
Telanjang ia terlahir suci menyerta
Sekelompok manusia berteriak di jalanan Soekarno-Hatta
Yang lain menghias rupa,gelap memeluk malam melelang mahkota

(3)
Pendar langit Jakarta menyeruak gelap gulita Papua
Wangi arak bercampur desah birahi ibukota,sang jejaka melantunkan puja di pojok tanah Naka
Melupa semesta
Pertiwi lelang rupa di hadap tuan Rusa

Ini negeri kupu-kupu
Mawar telah bermetamofosa buih amoniak memenuhi teja-teja
Ini negeri kupu-kupu
Sayap-sayap patah berganti sintesa palsu rupa

Ini negeri kupu-kupu
Ahmad Dahlan menangis di jalanan surga
Tan Malaka mati tanpa rimba
Kita lupa rumah jiwa

Kita lupa Soekarno
Kita lupa senyum Hatta, berapi pecah menggema takbir darah-darah manusia
Pun Sahrir entah siapa
Apa mereka para dewa

Ini negeri kupu-kupu
Sang raja lupa budak-budak nista
Pun para punggawa sekumpulan banci-banci nista
Melarat, sengsara adalah kidung-kidung sang hamba

(4)
Sedang nirvana telah terbakar ilusi mimpi sore ini
Neraka bias nyata
Menangis iba kanak-kanak Indonesia
Kusta menyerta muka-muka manusia

Tengok kami duhai para malaikat
Savana kerontang mati, mentari tak seterik dulu lagi
Salju merengek buih berlabuh
Mengubur manusia-manusia

Atau ini waktunya berdo’a
Tuhan turun ke bumi
Menyeka air mata manusia
Ahh, untuk apa berdo’a, Tuhan itu siapa?

NB:
Dedicated untuk yang masih memiliki nurani dan cinta “Republik” ini.,Spesial lelaki-ku *Arifuddin Hamid*.,kulihat mentari bersinar manja di langit rumah kita.,
Inspirated by “Selamatkan Indonesia”, a book by Amien Rais!!!

Panji Asmara 30, pukul 08.15, tanggal 21/01/2010 Masehi…,”‘menunggu listrik nyala (lagi)”

7 responses to this post.

  1. Posted by abdulgani on 22 January 2010 at 4:03 pm

    gambaran realita kehidupan yang tak dapat di nafihkan,satu kepincangan sosial akibat krisis iman,krisis ahlak,dan krisis moral manusia modern yang terseret oleh arus globalisasi yang menonjolkan kerakusan ,keserakahan manusia yang ingin mencapai peradaban yang tinggi tanpa lagi perduli terhadap nilai-nilai sosial kemanusian yang di ajarkan musa,isa dan nabi muhammad saw,mereka tdk lagi berdoa,berdoa bukanlah utk Tuhan,Tuhan tidak pernah meminta apapun kepada umat manusia yang butuh Tuhan adalah manusia itu sendiri,manusia yang terlahir lemah tanpa daya.sangat lah naif bila manusia tdk lagi butuh doa dan tuhan sebab mereka hidup karena Tuhan.

    Reply

  2. seep dah mantebss sob😀

    Reply

  3. Posted by Bimo adidan on 23 January 2010 at 5:37 am

    Potret negeri kupu kupu;
    Sang Raja lupa budak budak nista,pun punggawa kumpulan banci banci nista.

    I sad for this word,likely my indonesia,hikkssss. . . .

    Reply

    • Posted by asrarudin on 23 January 2010 at 2:17 pm

      Inilah kita Indonesia..Negeri para “Mafioso” negeri “Leviant”
      Negeri ALegator permistik semesta”

      Ohh.Indonesia!!!!

      Reply

  4. gambaran realita kehidupan yang tak dapat di nafihkan,satu kepincangan sosial akibat krisis iman,krisis ahlak,dan krisis moral manusia modern yang terseret oleh arus globalisasi yang menonjolkan kerakusan ,keserakahan manusia yang ingin mencapai peradaban yang tinggi tanpa lagi perduli terhadap nilai-nilai sosial kemanusian yang di ajarkan musa,isa dan nabi muhammad saw,mereka tdk lagi berdoa,berdoa bukanlah utk Tuhan,Tuhan tidak pernah meminta apapun kepada umat manusia yang butuh Tuhan adalah manusia itu sendiri,manusia yang terlahir lemah tanpa daya.sangat lah naif bila manusia tdk lagi butuh doa dan tuhan sebab mereka hidup karena Tuhan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: