Menari bersama hujan

(1)
Kini hujan beraksi
Menukik batang lapuk jati
Terkam ranting-ranting
Mematah,memuntah

Kini hujan tembus pelangi
Cengkram angkuh bidadari
Rupa khayali
Sorgaloka ragawi

Hujan-hujan bumi
Rintik helai-helai
Kamboja ungu, kamboja jingga
Kamboja-kamboja

Hujan-hujan
Menelusur hati
Bercak setitik-setitik
Aku lelaki

Hujan meraung pengap
Tercekat senyap-senyap
Aku menari
Menari di bias mentari

(2)
Hujan melangkah
Basah-basah dengkul ringkih
Otakku, ragaku, jemari-jemari
Hujan-hujan pagi

Hujan
Menari-nari
Bersama derai tangis menelusup rekap
Bersama hati yang luka

Lara
Pecah menggema
Luka tercerabut maya
Terberkati cendawan manja

Hujan-hujan basahi segurat urat
Memeluk damai
Sunyi
Ini jalanan malang

Hujan mimpi, hujan luka
Tersaput telanjang nyawa
Lelaki luka
Cinta meleleh mati

Advertisements

4 responses to this post.

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Kemarin sore saya malah terperangkap oleh hujan ketika mau pulang….

    Reply

  2. Bahus juga kok puisinya! aku suka ๐Ÿ™‚ salam kenal ya,,,,,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: