Di hari hujan

*****

Di hari hujan

Hujan turun satu-satu.Dari langit. Buih-buih tak tertahan dan mulai merontokkan sebentuk kerontang tanah bumi.Hujan.

Tetapi hari ini. Hujan turun tak seperti biasanya.Ia pelan lalu keras-keras seperti bebatuan yang terlempar dari surga.Hujan.

Tetapi hari ini aku dingin dan telanjang. Hujan terlalu sering membasahi hati dan jiwa-jiwa. Dingin merasuk-rasuk ke belulang.Hujan.

Maka aku menulis selembar doa untuk langit.

Untukmu yang bernama langit:

Hey, kau yang bernama langit. Berhenti turunkan hujan !!!!
Aku lagi tak butuh hujan.Hujan basahi diri, aku menggigil.Beku

Tuhan bermurah hatilah.Hentikan hujan.Dan biarkan mentari bersinar-sinar.Teja ber-pelangi sepanjang hari.Wahai Engkau yang adalah Tuhan. Bisakah kabulkan do’a-do’a?

Dari Aram,Sapporo Aleppo dan Tanah Baka selaksa puja-puja. Harap hujan tak turun lagi. Air telah menerjang sebatang pohon ara dan jiwaku. Berhenti turunkan hujan atau kami harus menunggu Bah dan banjir menimpa lagi?

Hujan, aku benci hujan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: